Pengkajian Beras Pecah Kulit (Brown Rice) Dalam Kemasan Vakum (Vacuum Packaging) Berdasarkan Ketebalan Plastik Kemasan Jenis Nylon

Yusuf Hendrawan, Ary Musthofa Ahmad, Gunomo Djoyowasito, Meilani Eka Marantika

Abstract


Beras pecah kulit (Brown Rice) merupakan beras yang hanya dihilangkan sekamnya, dilakukan satu kali pengilingan tanpa dipoles menjadi beras putih dan masih memiliki kulit ari. Sehingga beras pecah kulit memiliki gizi yang lebih lengkap dibandingkan beras giling. Namun memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi dibandingkan beras sosoh sehingga lebih mudah apek selama masa penyimpanan sehingga dibutuhkan cara penyimpanan yang tepat untuk menjaga penurunan mutu beras selama penyimpanan salah satunya dengan dikemas secara vakum (Vacuum Packaging). Pengemasan vakum merupakan salah satu teknologi pengemasan yang mampu menurunkan reaksi oksidasi pada produk karena pengemasan dilakukan secara vakum atau menghilangkan udara dari dalam kemasan. Jenis kemasan dan ketebalan plastik kemasan yang digunakan juga mampu menghambat kerusakan pada produk. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji beras pecah kulit selama penyimpanan vakum berdasarkan ketebalan kemasan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai cara pengemasan beras pecah kulit secara tepat. Rancangan percobaan yang dilakukan adalah Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial dengan dua faktor yaitu varietas perlakuan (beras pecah kulit, beras sosoh I dan beras sosoh II) dan ketebalan kemasan (plastik vakum 75 mikron, 100 mikron dan 120 mikron) sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan yang masing-masing diulang 3 kali yang akan disimpan pada suhu ruangan selama 2 bulan dan diamati 15 hari sekali. Parameter yang diuji yaitu perubahan berat, kadar air, densitas, kadar lemak dan organoleptik aroma. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan sidik ragam ANOVA, uji lanjut BNJ dan perlakuan terbaik diperoleh menggunakan Multiple Attribute. Berdasarkan hasil penelitian, ketebalan plastik kemasan jenis nylon memberikan pengaruh nyata terhadap perubahan berat, kadar air, densitas, dan kadar lemak. Selama penyimpanan perubahan berat dan kadar air cenderung meningkat, densitas dan kadar lemak cenderung menurun, nilai kesukaan panelis terhadap aroma beras juga cenderung menurun. Perlakuan terbaik yaitu pada beras sosoh II dengan kemasan 120 mikron dengan perubahan berat terendah (0,164%), nilai kadar air terendah (12,751%), nilai densitas tertinggi (0,820 gr/cm3), nilai kadar lemak (0,23%), dan nilai kesukaan panelis tinggi (5,3 atau suka).


Full Text:

PDF

References


AOAC. 1990. Methods of Analysis of The Assosiation of Official Agricultural Chemist. Assosiation of Official Agricultural Chemist: Washington

Colby, W., G.E.L. Leopoldo dan J.F. George. 1993. Selflife of Fish and Sellfish dalam Charalambous (1993): Self Life Studies of Food and Bevereges. Elsevier: New York

Koswara, S. 2009. Teknologi Pengolahan Beras (Teori dan Praktek). Ebook pangan.com

Piggott, J.R, Morrison,W.R., Clyne J.1991. Changes in Lipids and in Sensory Attributes on Storage of Rice Milled to Different Degrees. J Food Sci and Tech 26:615-628

Pusat Data dan Informasi Pertanian. 2015. Outlook Komoditas Pertanian Sektor Tanaman Pangan Padi. Kementrian Pertanian: Jakarta

Sudarmadji, S., B. Haryono, Suhardi. 1997. Prosedur Analisa untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Penerbit Liberty: Yogyakarta

Syafutri, Merynda I., Filli P, dan Daniel S. 2006. Sifat Fisika dan Kimia Buah Mangga (Mangifera indica L) selama Penyimpanan dengan Berbagai Metode Pengemasan. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan. XVII (1)


Refbacks

  • There are currently no refbacks.