ANALISIS KINERJA PITA TANAM ORGANIK SEBAGAI MEDIA PERKECAMBAHAN BENIH PADI (Oryza Sativa L.) SISTEM TABELA DENGAN DESAIN TERTUTUP DAN TERBUKA

Nurwahyuningsih nurwahyuningsih, Musthofa Lutfi, Wahyunanto Agung Nugroho, Gunomo Djojowasito

Abstract


Padi merupakan komoditas tanaman pangan yang penting di Indonesia. Penduduk Indonesia menjadikan beras sebagai bahan makanan pokok. Sembilan puluh lima persen penduduk Indonesia mengonsumsi bahan makanan ini. Kandungan gizi dari beras tersebut menjadikan komoditas padi sangat penting untuk kebutuhan pangan sehingga menjadi perhatian di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan beras. Proses penanaman padi tabela dilakukan untuk mengatasi kelemahan yang terjadi pada cara tanam transplanting. Namun dalam prakteknya teknologi di atas masih ditemui banyak hambatan, seperti memerlukan jumlah air dan tenaga yang besar. Permasalahan ini menjadi semakin besar seiring dengan kelangkaan dan mahalnya tenaga kerja serta air. Untuk mengatasi masalah tersebut penelitian dan aktivitas pengembangan budidaya tanaman padi diarahkan pada pemanfaatan teknologi baru yaitu sistem tabur benih langsung atau tabela dengan menggunakan pita tanam organik. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Desain PTO (D) dipergunakan sebagai faktor pertama yang terdiri dari 2 (dua) macam yaitu, D1: desain terbuka dan D2: desain tertutup. Sedang selang pemberian air (S) ditempatkan sebagai faktor kedua yang terdiri dari 5 (lima) taraf, masing-masing adalah S1: 1 hari, S2: 2 hari, S3: 3 hari, S4: 4 hari dan S5: 5 hari setelah penaburan benih. Pemberian air dilakukan dengan tanpa genangan. Percobaan diulang sebanyak 3 (tiga) kali sehingga terdapat 30 unit perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian, baik desain pita tanam organik maupun selang waktu pemberian air memberikan pengaruh nyata terhadap efisiensi penggunaan air. Namun pada perkecambahan, tinggi tanaman, berat basah dan berat kering tanaman serta akar selang waktu pemberian air tidak memberikan pengaruh nyata. hasil laju pertumbuhan tanaman paling tinggi pada perlakuan desain tebuka dan selang waktu pemberian air 2 hari sebesar 1.39 cm/hari dengan tinggi tanaman paling tinggi sebesar 38.66 cm, nilai berat basah dan berat kering akar paling tinggi masing-masing sebesar 3.27 gram dan 0.83 gram

Kata Kunci: Pita Tanam Organik, Pelepah Pisang, Eceng Gondok, Clotalaria juncea.

 


Full Text:

PDF

References


Akhgari, H. and Kaviani B. 2011. Assessment Of Direct Seeded and Transplanting Methods of Rice Cultivators in The Northern Part Of Iran. African Journal of Agricultural research Vol. 6(31), pp. 66492-6498.

Djoyowasito, G, Ekoyanto P. Dan G. Maides. 2009. Memepelajari Kinerja Pita Tanam Organik Pada Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Padi Sawah (Oryza Sativa L). Jurnal Teknologi Pertanian, vol. 10, no. 3, hal. 200-204. Desember 2009. ISSN :1411-5131. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya.

Yetti, H dan Ardian. 2010. Pengaruh Pengguanaan Jarak Atnam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Sawah (Oryza sativa L.) Varietas IR 42 dengan Metode SRI (System Of Rice Intensification). Sagu Vol.9 No.1 : 21-27.

Budiono, R. 2006. Usaha tani Padi Melalui Tanam Benih Langsung (TABELA). Info Teknologi Pertanian. No. 10 tahun 2006.

Mustofa, D. 2002. Mekanisme Kerja Alat Tanam Benih Langsung (ATABELA) Tipe Serpong. Buletin Teknik Pertanian, vol. 06, no. 01, hal. 32-34. 2001.

Swastika, D. K. S dan Sudaryanto, T. 2007. Ekonomi Kedelai di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.